Aksi Geram Segel SKPD dan DPRD Garut
Lagi lagi demo anti ahmadiyah di Garut, Aksi tiga ratusan pendemo dari Gerakan Rakyat Anti Ahmadiyah (Geram), sempat melakukan penyegelan pada Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Pemkab Garut dan DPRD setempat, karena dinilai terindikasi aliran diduga sesat ”Ahmadiyah” (Baca juga : Demo Tuntut Bupati Garut Copot Pejabat Ahmadiyah)
Mereka dengan koordinator lapangan (Korlap) nya, Iyep mendesak agar Pemkab dan DPRD bersih dari indikasi oknum beraliran Ahmadiyah tersebut, yang juga harus dimusnahkan idealismenya.
Sedangkan SKPD yang disegel antara lain Kantor Insfektorat Kabupaten, Disnakamla, Bappeda, BKD serta Dinas Pendidikan Kabupaten.
Menyikapi hal tersebut, Wakil Bupati Rd. Diki Chandra menyatakan kepada Garut News, penyelesaian kasus yang dinilai beraliran sesat hendaknya dikembalikan kepada sistem maupun institusi resmi yang menanganinya maupun “PAKEM”.
Agar kegiatan pelayanan publik pada masing-masing SKPD tak terganggu, selain itu masih diperlukannya pembangunan infrastruktur mental birokrasi juga masyarakat, meski memerlukan waktu dan tak semudah membalik telapak tangan, katanya.
Sedangkan menyikapi unjukrasa yang digelar Kamis (15/7), Wabup harapkan tak terindikasi nyaris menyerupai “berbalas–pantun” , ungkapnya diplomatis.
Sumber : (John),garutnews/garutkab

alalalahhhhh,,,eta sim abdi tos nyerat panjang2 teu ngartos keneh wae,,kang kedung atuh panginteun nu kedah ngaos nun leres,,kumaha ngaku2 na mnh na,,kata2 nu jorok(kasar) teu aya nabi nu kitu!!!!! jeng sajaba na,,mangga weh baca ,,sabari jujur kana hate maca na,,,pantes teu kang mirza teh janten nabi,,imam mahdi ,,nabi isa,,nabi adam jeung nabi2 nu sanes nu mnh na nguku nyalira ( maruk pisan ) uijian hukum ge teu lulus,,kmh rek jadi nabi,,eleh ku abdi lulus UMPTN ( payah pisannn)xixixixixi,,tp sakali deui abdi nyarios mun maca na bohong kana hate mah pasti ttp weh moal ngaruh jang kang kedung mah,,teu langkung eta mah,,,hatur nuhun ah
بِسْــــمِ اللهِ الرَّحْمـٰنِ الرَّحِيمِ
اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ
Sok atuh bilih hoyong terang mah ku abdi di jelaskeun dina bahasa Indonesia nya supados langkung lancar. Dulu, saya non-Ahmadi, bahkan termasuk yang menentang keras terhadap Jemaat Ahmadiyah sebagaimana yang dilakukan Anda. Tetapi setelah Sdr. Sinar Galih memberi Tafsir Al Qur’an Jemaat Ahmadiyah dan buku “Da’watul Amir” yang saya membaca dengan seksama, akhirnya saya menemukan kebenaran Ahmadiyah. Saya bersyukur telah mendapat karunia (hidayah dan taufik) untuk bai’at kepada Allah melalui Hadhrat Khalifatul Masih V atba (Penerus/Wakil Imam Mahdi & Masih Mau’ud as yang merupakan Khalifah Allah dan Khalifah Nabi Muhammad Rasulullah saw, setelah kewafatan Ali bin Abu Thalib ra/Khalifah ke IV Rasulullah saw), untuk bergabung dengan Islam Jemaat Ahmadiyah, alhamdulillahi-robbil-alamin.
Saya juga tidak heran apabila Anda terus menentang Ahmadiyah, karena hal ini juga salah-satu bukti kebenaran pendakwaan Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad as sebagai matsil Ibnu Maryam (QS Az-Zukhruf 43:58). Namun demikian, saya menyarankan kepada Anda untuk menghindari segala prasangka terhadap Ahmadiyah, karena sebagian dari prasangka itu adalah dosa (QS Al Hujurat 49:13). Lebih baik kita sucikan hati (tazkiyah nafs) dan memohon pertolongan Allah Ta’ala dengan mengucapkan “audzubillahiminasy-syaithanir-rajiim” dan “bismillahirrahmanirrahim” agar kita dapat memasuki Khazanah Ilmu Ilahi yang terkandung dalam Al Qur’an-ul-Karim (QS Al Hijr 56:80).
Karena yang akan menjadi wasit dalam diskusi keagamaan ini adalah Allah Al Hakim, marilah kita diskusi dengan hikmah dan dengan cara yang baik (akhsan/khasanah) serta berdasarkan ketakwaan kepada Allah Ta’ala, karena hanya Dia-lah Yang Maha Tahu siapa yang tersesat dari jalan-Nya (QS An-Nahl 16:126).
Jemaat Ahmadiyah telah memberikan bukti kebenaran pendakwaan Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad as sebagai Imam Mahdi & Masih Mau’ud as berdasarkan Al Qur’an dalam Surah Al Jumu’ah 62:4, Ash-Shaf 61:7 dan Az-Zukhruf 43:58. Di dalam Tasir Al Qur’an Jemaat Ahmadiyah pada ayat-ayat tersebut, Allah Ta’ala mengisyaratkan bahwa kedatangan Rasulullah saw dan Nabi Isa as untuk yang kedua kalinya, tertuju kepada satu wujud “mushlih rabbani” (reformer) yang diutus untuk seluruh umat manusia, yaitu Imam Mahdi dan Masih Mau’ud as. Coba Anda baca berulang-ulang Tafsir Al Qur’an JAI kalau punya sambil berdoa ‘Ta’awudz” & “Basmallah” memohon perlindungan dan pertolongan kepada Allah Ta’ala agar diberi petunjuk oleh-Nya. Hal-hal yang menarik buat saya dari Jemaat Islam Ahmadiyah adalah sebagai berikut:
(1) Rasulullah saw menubuwatkan tentang para mujaddid yang akan dibangkitkan oleh Allah Ta’ala pada setiap permulaan abad. Nubuwatan ini termuat dalam hadits yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah ra sebagai berikut:
اِنَّالله َيَبْعَثُ لِهَاذِهِ اْلاُمَّةِ عَلَى رَأْسِ كُلِّ مِاءَةٍ سَنَةٍ مَنْ يُجَدِّدُ لَهَا دِيْنَهَا
“Sesungguhnya Allah Ta’ala akan mengirimkan untuk umat ini pada permulaan setiap abad seorang mujaddid yang akan memberbaiki agama.” (HR Abu Dawud Kitabul Fitan, Misykatul Mashaabih, hal. 36, Al Hakim & Baihaqi dalam Hujjajul Kiramah hal. 133). Hadits ini merupakan Tafsir ayat Al Qur’an berikut:
اِنَّا نَحْنُ نَزَّلْنَا الذِّكْرَ وَاِنَّا لَهٗ لَحٰـفِظُوْنَ
“Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Al Qur’an ini, dan sesungguhnya Kami-lah yang akan memeliharanya.” (QS Al Hijr 15:10). Tepat pada permulaan abad ke-13H (Maret, 1882), Allah Ta’ala mewahyukan tentang pengangkatan Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad sebagai Mujaddid Abad ke-13H, yang bunyinya sebagai berikut:
قُلْ اِنِّى اُمِرْتُ وَاَنَااَوَّلُ الْمُوْمِنِيْنَ
“Katakanlah, ‘Aku diutus oleh Allah, dan akulah yang pertama-tama beriman.” (Barahin Ahmadiyyah, hal. 238, Ainah Kamalaati-e-Islam, hal. 109, Al Syirkatul Islamiyah, hal. 44).
(2) Surah Al Jumu’ah 62:4 dan Ash-Shaf 61:7 mengisyaratkan tentang akan dibangkitkannya Rasulullah saw untuk yang kedua kalinya dalam wujud Imam Mahdi yang berasal dari kalangan umat Nabi Muhammad saw keturunan suku bangsa Parsi/Persia (HR Bukhari) dari sebuah kampung yang bernama Qada’ah/Qadian (Kitab Hujjajul Kiramah hal. 358 dan Al Jawahirul Asrar hal. 56 dan HR Riwayat Abu Nu’aim dan Abu Bakar bin Al Muqri), ketika keadaan umat Islam sudah terpecah menjadi 73 golongan (HR Tirmidzi & Ibnu Majah), umat Islam sudah meninggalkan Al Qur’an (QS Al Furqan 25:31) sehingga Islam tinggal namanya dan Al Qur’an tinggal tulisannya (HR Baihaqi). Pada tahun 1888, Allah Ta’ala mewahyukan kepada Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad as sebagai Imam Mahdi berikut ini:
اِذَاعَزَمْتَ فَتَوَكَلْ عَلَى الله – وَاصْنَعِ الْفُلْكَ بِأَعْيُنِنَاوَوَحْيِنَا – اِنَّالَّذِيْنَ يُبَايِعُوْنَكَ اِنَمَايُبَايِعُوْنَ الله َيَدُاللهِ فَوْقَ اَيْدِيْهِمْ
“Bila engkau sudah mengambil keputusan, maka bertawakalah kepada Allah – Dan buatlah bahtera itu dengan pengawasan petunjuk wahyu Kami – Sesungguhnya mereka yang bai’at kepada engkau, sesungguhnya mereka bai’at kepada Allah, Tangan Allah berada diatas tangan mereka.” [Sabz Isytihaar, hal. 24 (Urdu) & Tabligh Risalah, Jilid I, hal.145 (Urdu)]. Wahyu ini merupakan wahyu Allah kepada Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad (Imam Mahdi/Masih Mau’ud) as yang mirip dengan wahyu Allah kepada Rasulullah saw (QS Al Fath 48:10) untuk menerima bai’at dari semua manusia di dunia. Sehubungan dengan itu Rasulullah saw pun memerintahkan seluruh manusia untuk bai’at kepada Imam Mahdi as, dalam hadits:
فَاِذَارَأَيْتُمُوْهُ فَبَايِعُوْهُ وَلَوْدحَبْوًاَعلَى الثَّلْخِ فَاِنَّهُ خَلِيْفَةُ اللهِ الْمَهْدِيُ
“Apabila kamu melihatnya (Imam Mahdi), maka bai’atlah kepadanya walaupun harus merangkak di atas salju, karena beliau adalah Khalifah Allah dan Al Mahdi.” (Sunan Ibnu Majah, Darul Fikr, Jld. II, hal. 1367, Hadits No.4084). Hadits ini sangat cocok dengan firman Allah berikut ini:
وَمَاۤ اَرْسَلْنَا مِنْ رَّسُوْلٍ اِلَّا لِيُطَاعَ بِاِذْنِ اللّٰهِؕ
“Dan, tidaklah Kami utus seorang rasul melainkan supaya ia dita’ati dengan izin Allah;” (QS An-Nisa 4:65).
(3) Surah Az-Zukhruf 43:58 mengisyaratkan tentang kedatangan Nabi Isa as untuk yang kedua kalinya dalam wujud “matsil” Ibnu Maryam (karena Nabi Isa as Bani Israil sudah wafat) yang ditandai dengan adanya protes/bantahan dari para ulama/umat Islam se dunia. Menurut Rasulullah saw, wujud Imam Mahdi dan Masih Mau’ud bertumpu pada satu orang saja dan berasal dari kalangan umat Nabi Muhammad saw sebagaimana diriwayatkan dalam hadits-hadits berikut:
لاَمَهْدِ ىَّ اِلاَّعِيْسَاى
“Tidak ada Mahdi melainkan Isa.” (Sunan Ibnu Majah, Darul Fikr, Jld. II, hal.362)
يُوْشِكُ مَنْ عَاشَ مِنْكُمْ اَنْ يَلْقَاى عِيْسَاى اِبْنَ مَرْ يَمَ اِمَامًامَهْدِيًّاوَحَكَمًاعَدَلاً
“Hampir dekat saatnya orang yang hidup di antara kamu akan bertemu dengan Isa Ibnu Maryam, yang menjadi Imam Mahdi dan Hakim yang Adil.” (Musnad Ahmad bin Hambal, Jilid I, hal. 411).
كَيْفَ اَنْتُمْ اِذَا نَزَلَ فِيْكُمُ ابْنُ مَرْيَمَ وَاِمَامُكُمْ مِنْكُمْ
“Bagaimanakah keadaanmu ketika Ibnu Maryam turun di tengah-tengahmu dan menjadi imam bagimu dri antara kamu.” (HR Bukhari, Kitabul Anbiya, Bab Isa Ibnu Maryam). Pada tahun 1891, Allah Ta’ala mewahyukan tentang pengangkatan Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad sebagai Masih Mau’ud as sebagai berikut ini:
إِنَّكَ أَنْتَ مِنِّى اَلْمَسِيحُ ابْنُ مَرْيَمَ وَأُرْسِلْتَ لِيَتِمَّ مَاوَعَدَ مِنْ قَبْلُ رَبُّكَ اْلاَكْرَمَ إِنَّ وَعَدَهُ كَانَ مَفْعُوْ لاً وَهُوَ أَصْدَقَ الصَّادِقِيْنَ
“Sesungguhnya engkau dari Aku adalah Al Masih Ibnu Maryam dan engkau diutus untuk menyempurnakan apa yang dijanjikan sebelumnya oleh Tuhan engkau Yang Maha Mulia, sesungguhnya janji-Nya itu akan disempurnakan dan Dia adalah Yang Maha Benar di antara yang benar.” [Anjam-e-Atham hal. 80 (Urdu)]
اِنِّى جَاعِلُكَ عِيْسَى ابْنَ مَرْيَمَ وَكَانَ الله ُعَلَى كُلِّ شَيْءٍ مُقْتَدِرًا
“Sesungguhnya Aku jadikan engkau Isa Ibnu Maryam dan Allah itu Maha Menentukan atas segala sesuatu.” [Ainah Kamalat-e-Islam hal. 442-443 (Urdu)].
(4) Kedatangan Imam Mahdi & Masih Mau’ud as biasa dikaitkan dengan Akhir Zaman dan/atau Hari Kiamat yang tentang hal ini Allah Ta’ala mengisyaratkan:
يَسْـَٔـلُ اَيَّانَ يَوْمُ الْقِيٰمَةِؕفَاِذَا بَرِقَ الْبَصَرُۙ وَخَسَفَ الْقَمَرُ وَجُمِعَ الشَّمْسُ وَالْقَمَرُۙ
“Ia bertanya, ‘Kapankah Hari Kiamat itu?’. Maka apabila penglihatan silau; Dan terjadi gerhana bulan; Dan dikumpulkan matahari dan bulan.” (QS Al Qiyamah 75:7-10). Dalam menafsirkan ayat-ayat suci tersebut Rasulullah saw bersabda:
اِنَّ لِمَهْدِيِّينَااَايَتَيْنِ لَمْ تَكُوْنَا مُنْدُ خَلْقِ السَّمَاوَاتِ وَاْلأَرَضِ يَنْكَسِفُ الْقَمَرُلِاَوَّلِ لَيْلَةٍ مِنْ رَمَضَانَ وَتَنكَسِفُ الثَّمْسُ فِى النِّصْفِ مِنْهُ
“Sesungguhnya, untuk Mahdi kita ada dua tanda yang belum pernah terjadi sejak langit dan bumi diciptakan, yaitu Gerhana Bulan akan terjadi pada malam pertama di bulan Ramadhan dan Gerhana Matahari akan terjadi pada pertengahan-nya.” (Sunan Addar-ru-Quthni, Darrun Nasyri Alkutubil Islamiyah, Lahore, Jilid II, hal 65). Fenomena alam yang mengikuti/membuktikan pendakwaan Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad as sebagai Imam Mahdi itu telah terjadi secara sempurna. Menurut catatan The Natural Almanac 1894 berdasarkan laporan dari Royal Observatory di Greenwich, England, “Gerhana tersebut telah terjadi: yang pertama Gerhana Bulan pada Maret dan Gerhana Matahari pada April keduanya terjadi pada bulan Ramadhan tahun 1894.” Disebutkan bahwa puncak Gerhana Bulan terjadi pada tanggal 21 Maret jam 02.20 lewat 5 detik GMT, dan puncak Gerhana Matahari pada tanggal 5 April pukul 16.26 lewat 7 detik GMT. Pada Kalender Jantari Kalan 1894 tertulis bahwa,”Gerhana Bulan terjadi pada 13 Ramadhan 1311H bertepatan dengan 22 Maret 1894 (waktu terjadi gerhana di belahan bumi India), dan Gerhana Matahari terjadi pada 28 Ramadhan 1311H bertepatan dengan 6 April 1894” Untuk lebih jelasnya silahkan browsing website Jemaat Islam Ahmadiyah Internasional berikut ini: http://www.alislam.org/topics/eclipses/response-to-mcnaughton.html
Selain itu, nubuwatan-nubuwatan dalam Injil juga mendukung fenomena alam ini: “Ia berkata kepada mereka: ’Bangsa akan bangkit melawan bangsa dan kerajaan melawan kerajaan, dan akan terjadi gempa bumi yang dahsyat dan di berbagai tempat akan ada penyakit sampar/pes dan kelaparan, dan akan terjadi juga hal-hal yang mengejutkan dan tanda-tanda yang dahsyat dari langit (Gerhana Matahari dan Bulan).” (Lukas 21:10-12). “Sebab pada masa itu akan terjadi siksaan yang dahsyat seperti yang belum pernah terjadi sejak awal dunia sampai sekarang dan yang tidak akan terjadi lagi.” (Matius 24:21). “Segera sesudah siksaan pada masa itu, matahari akan menjadi gelap dan bulan tidak bercahaya dan bintang-bintang akan berjatuhan dari langit dan kuasa-kuasa langit akan goncang.” (Matius 24:29)
Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad as lahir pada hari Jum’at tanggal 13 Februari 1835 di Qadian, Distrik Punjab, India. Ayah beliau bernama Mirza Ghulam Murtadha, keturunan suku bangsa Persia, Mirza Hadi Beg, yang hijrah dari Samarkand ke Punjab, India pada abad ke-16 Masehi. Sepanjang hidup, beliau as banyak membela dan memperjuangkan Islam di hadapan kaum Hindu, Kristen serta golongan lainnya. Beliau menulis lebih dari 80 buku, dan wafat di kota Lahore, India pada tanggal 26 Mei 1908, dalam usia 74 tahun. Setelah belia as wafat, untuk menjaga kesinambungan Jemaat Islam Ahmadiyah, sebagaimana Sunnah Rasulullah saw yang diteruskan dengan Khulafa-ur-Rasyiddin, kepemimpinan ruhani umat Islam dilanjutkan oleh penerusnya yang disebut dengan Khalifatul Masih I (Hadhrat Al Hajj Hakim Nuruddin) ra, Khalifatul Masih II (Hadhrat Mirza Basyiruddin Mahmud Ahmad) ra, Khalifatul Masih III (Hadhrat Mirza Nasir Ahmad) rh, Khalifatul Masih IV (Hadhrat Mirza Tahir Ahmad) rh, dan yang sekarang masih hidup dan memimpin adalah Khalifatul Masih V (Hadhrat Mirza Masroor Ahmad) atba.
SERUAN & SARAN:
Allah Ta’ala berfirman:
يٰۤاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا اتَّقُوْا اللّٰهَ حَقَّ تُقٰتِهٖ وَلَا تَمُوْتُنَّ اِلَّا وَاَنْتُمْ مُّسْلِمُوْنَ وَاعْتَصِمُوْا بِحَبْلِ اللّٰهِ جَمِيْعًا وَّلَا تَفَرَّقُوْا
“Hai, orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dengan ketakwaan yang sesungguhnya, dan janganlah kamu mati kecuali dalam keadaan menyerahkan diri; Dan berpegang-teguhlah kamu sekalian kepada tali Allah, dan janganlah bercerai-berai!” (QS Ali Imran 3:103-104). Rasulullah saw bersabda:
مَنْ مَاتَ بِفَيْرِاِمَامٍ مَاتَ مِيْتَةً جَاهِلِيَّةً
“Barangsiapa mati tanpa mempunyai imam, ia mati secara jahiliyah.” (HR Ahmad & Thabrani dalam Kanzul ‘Ummal, Jilid I, hal 103). Umar bin Khattab (Khalifah ke-II Rasulullah saw) ra menyatakan pendapatnya tentang Islam:
”Tiada Islam tanpa Jamaah, tiada Jamaah tanpa Imam (berkualitas dunia yang mendapat petunjuk dari Allah), tiada Imam tanpa ummat, tiada ummat kecuali bai’at, tiada bai’at kecuali dengan ta’at.”
(1) Walaupun belum semua dalil disampaikan, tetapi tulisan diatas sudah memberikan bukti yang memadai untuk saya beriman kepada Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad as sebagai Imam Mahdi, Masih Mau’ud, Khalifah Allah, Nabi Allah atau Rasul/Utusan Allah yang kedatangannya telah dinubuwatkan oleh Nabi Muhammad saw dan bai’at kepada Khalifatul Masih V atba untuk bergabung ke dalam Jemaat Islam Ahmadiyah.
(2) Saya mengajak Anda untuk menta’ati firman Allah berikut ini:
وَمَاۤ اَرْسَلْنَا مِنْ رَّسُوْلٍ اِلَّا لِيُطَاعَ بِاِذْنِ اللّٰهِؕ
“Dan, tidaklah Kami utus seorang rasul melainkan supaya ia dita’ati dengan izin Allah;” (QS An-Nisa 4:65) dan untuk menta’ati sabda Nabi Muhammad Rasulullah saw berikut:
فَاِذَارَأَيْتُمُوْهُ فَبَايِعُوْهُ وَلَوْدحَبْوًاَعلَى الثَّلْخِ فَاِنَّهُ خَلِيْفَةُ اللهِ الْمَهْدِيُ
“Apabila kamu melihatnya (Imam Mahdi), maka bai’atlah kepadanya walaupun harus merangkak di atas salju, karena beliau adalah Khalifah Allah dan Al Mahdi.” (Sunan Ibnu Majah, Darul Fikr, Jld. II, hal. 1367, Hadits No.4084), karena Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad (Imam Mahdi & Masih Mau’ud) as telah mendapat mandat dari Allah berikut ini:
اِذَاعَزَمْتَ فَتَوَكَلْ عَلَى الله – وَاصْنَعِ الْفُلْكَ بِأَعْيُنِنَاوَوَحْيِنَا – اِنَّالَّذِيْنَ يُبَايِعُوْنَكَ اِنَمَايُبَايِعُوْنَ الله َيَدُاللهِ فَوْقَ اَيْدِيْهِمْ
“Bila engkau sudah mengambil keputusan, maka bertawakalah kepada Allah – Dan buatlah bahtera itu dengan pengawasan petunjuk wahyu Kami – Sesungguhnya mereka yang bai’at kepada engkau, sesungguhnya mereka bai’at kepada Allah, Tangan Allah berada diatas tangan mereka.” [Sabz Isytihaar, hal. 24 (Urdu) & Tabligh Risalah, Jilid I, hal.145 (Urdu)].
(3) Namun, semuanya terpulang kepada usaha keras Anda dan kepada keridhan Allah Al Huda yang akan memberi karunia-Nya kepada Anda, karena Dia berfirman:
وَالَّذِيْنَ جَاهَدُوْا فِيْنَا لَنَهْدِيَنَّهُمْ سُبُلَنَا ؕ وَاِنَّ اللّٰهَ لَمَعَ الْمُحْسِنِيْنَ
“Dan orang-orang yang berjuang untuk Kami, sesungguhnya Kami akan memberi petunjuk kepada mereka pada jalan Kami. Dan sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang berbuat kebaikan.” (QS Al Ankabut 29:70)
(4) Saran saya, sebelum Anda memperoleh karunia (hidayah dan taufik) Allah, janganlah memperolok-olok Utusan Allah dan Jemaat-Nya, karena saya khawatir azab Ilahi yang sangat pedih akan mencengkeram Anda. Na’udzubillahi mindzalik.
(5) Perbedaan antara utusan/nabi/rasul palsu dengan yang utusan/nabi/rasul yang benar: Utusan/nabi/rasul palsu akan mati sebelum rentang waktu pendakwaannya mencapai 23 tahun dan/atau para pengikutnya akan hilang/lenyap secara bertahap. Utusan/nabi/rasul yang benar akan hidup terus hingga rentang waktu pendakwaannya sampai dengan/melewati 23 tahun, dan pengikutnya akan terus bertambah sebagaimana yang telah ditetapkan Allah dalam firman-Nya:
كَتَبَ اللّٰهُ لَاَغْلِبَنَّ اَنَا وَرُسُلِىْؕ اِنَّ اللّٰهَ قَوِىٌّ عَزِيْزٌ
“Allah telah menetapkan, “Aku dan rasul-rasul-Ku pasti akan menang. Sesungguhnya, Allah itu Maha Kuat, Maha Perkasa’.” (QS Al Mujadalah 58:22).
Janji Allah Ta’ala ini terbukti dengan sudah menyebarnya Da’wah Islam yang dilakukan Jemaat Ahmadiyah hingga ke 198 negara, dan hampir di setiap negara memiliki masjid yang besar, salah satunya di Morden, London, United Kingdom, yang terbesar di Eropa Barat coba klik website berikut ini:
http://www.alislam.org/gallery2/v/mosques/baitulfutuh/baitulfutuh4/aai.jpg.html
وَأَخِرُدَعْوَانَآاَنِ الْحَمْدُ ِللهِ رَبِّ الْعَالَمِيْن
وَالسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ
hahay,,,preeeetttt,,insy abdi mah moal jiga kang kedung dugi ka lebet ahmadi,,,,,,,,teu langkung kang kedung welah,,jiga na tos ngakar ieu mah kayakinan na,,,astagfirullah,mangga weh ageung keun teras modal na kanggo penyebaran na kang,,Allah Maha terang,,astagfirullah,sing jararauh gusti,,,wass
Assalmualaikum wr wb
Ajaran nabi anu mulia anu luhur ahlakna Muhamad SAW jujur tara sirikan bener tara mitnah tara KEkersan tara dzalim kabatur tara dengki sirik pidik jail kaniayajeung tara neror tara sangkka sangka jeung sagala anu sarae eta ajaranna tara nyarios kotor.tara ngahina batur
Ajaran PIRAUN(Abu jahal)
tukang ngabohong tukang mitnah kekerasan teroris perusak sombong sirik pidik jail kaniayaya asa pangbenerna teu boga ka era ngahina ka batur bahasana kotor goreng patut teu nyaah k batur.
MANGGA TAPAKURAN urang ngilu kanu mana
sanes fitnah tp kanyataan cuy,,teras da abdi mah ahnes teroris,,sukteu nyambung wae cuy,,hihihihihihi
tong nyami keun islam jeung teroris,,berarti didinya ge teroris atuh cuy,,kmh ieu tehhh!!!!!!!
beuki teu nyambung
asallm wr wb
ari saha welah bet rumaosan simkuring masihan tapakuran sanes nyangki anjeun teroris sanes nyangki anjeun sok mitnah SARENG SAHA NU NYAMIKEUN ISLAM jeung TERORIS ieuh tinggal aos deui naon nu kusimkuring di serat naha jol nuduh k simkuring teroris simkuringmah nyerat bandingan antara akhlak dua jalmi anu hiji Nabi anu mulia Nabi Muhamad SAW anu k dua abu jahal atanapi piraun musuh Nabi nu goreng ahlakna mangga tapakuran urang lebet kanu mana .wasalam sanes bade menghakimi seseorang ….punteun simkuring nu lemah seeur dosa neda ditawakup
lahhh..abdi ge teu nuduh anjeun teroris,,,,tonk sensi ah
assalm wr wb
Sae ari kitumah tos jentre tiantara urang teh te aya nuresep kana ka awonan nu di contokeun ku piraun sareng abu jahal urang sili doakeun mugia urang sadaya jadi jalmi anu tiasa niru ahlak anu luhur tur mulia anu di contokeun ku jungjungan anu mulia anu luhur ahlakna uswatun hasanah Nabi Muhamad SAW hapunteun pisan abi bilih aya seratan anu nyebabkan ngaros k singgung da abdi teu aya maksad kitu niat urang sadya sae hatur nuhun
839/40
Mirza lahir dari pasangan Chiragh Bibi dan Ghulam Murtaza 1846 * Mendapatkan pendidikan formal mengenai Quran, Hadits dsb dimulai di rumah dari Molvi Fazl Ilahi
1849
Molvi Fazal Ahmad mengajar berbagai mata pelajaran.
1852/53
Perkawinan pertama dengan Hurmat Bibi alias Phajje di Maan. Melahirkan Dua anak laki-laki yaitu Sultan Ahmad dan Fazal Ahmad.
1857/58
Gul Ali Shah mengajar tata bahasa Arab dsb.
Perang Kemerdekaan, yang disebut Indian Mutiny (PEMBERONTAKAN INDIA)
Untuk membuk kesetiaannya kepada Raja Inggris, Ayah Mirza menyumbang 50 tentara berkuda untuk memerangi kaum Muslimin dalam perang Kemerdekaan tersebut. (SETYA: Tak ada satu kata pun yang keluar dari mulut Mirza untuk menentangnya, bandingkan dengan AL AMIN, yang selalu berkata lurus dan mengatakan yang benar, ini sekaligus membuktikan ketidak-ma’shum-an Mirza.)
Mirza Ghulam Qadir, abang Mirza Ghulam, yang bertugas pada Divisi 46 di Ketentaraan Inggrisd dibawah pimpinan Jendral Nicholson, membantai banyak pejuang kemerdekaan di dekat Sialkot.(SETYA: Lagi-lagi tak ada satu kata pun yang keluar dari mulut Mirza untuk menentangnya)
1864
Mirza lari dari rumah dengan mendapat pensiun tahunan ayahnya dan dihabiskannya untuk hal-hal yang tidak baik.
Mirza bekerja menjadi klerk pada pemerintah Inggris. Pengadilan di Sialkot.
1864-68
Ikut ujian Hukum tetapi tidak lulus.
Mirza berkawan dengan romo Kristen yang kemudian memainkan peranan
1868
Komisi Parlemen dari Inggris datang untuk mencari cara- cara memadamkan semangat Jihad diantara kaum Muslimin.
Mirza mengundurkan diri dari pekerjaannya dan pergi ke Qadian
Memperkenalkan diri sebagai Pembahas Islam.
1870
Laporan Komisi Parlemen tentang ‘Kedatangan Kekaisaran Inggris di India’ diserahkan kepada Parlemen Inggris. Laporan tersebut merekomendasikan diciptakannya Kerasulan seorang Nabi untuk memadamkan Semangat Jihad di kalangan umat Muslim.
(SETYA: Tak terhitung ummat manusia sekarang yang tertipu oleh para penjajah yang ingin melanggengkan cengkeramannya di negara jajahannya. Diantaranya dengan menciptakan negara Israel oleh Inggris, Kuwait oleh Inggris, pengambil-alihan Hongkong dari Cina juga oleh Inggris. Tidak melihatkan saudara-saudara yang berkeyakinan Ahmadiyah terhadap move’ negara imperialis ini di seluruh dunia? Bandingkan dengan move’ oleh Snouck Hoergronye yang mendekati umat islam di Aceh dan memadamkan semangat jihad, sembari mengharamkan yel Allaahu Akbar’.)
1871
Mirza Ghulam dipilih untuk jabatan’ sebagai Rasul
1877
Dituntut pidana oleh jawatan pos.
1879
Mengklaim telah Diangkat oleh Tuhan’ untuk membuktikan kebenaran Islam
Mengumumkan tulisan Braheen-e-Ahmadiyya yang akan dibuat sebanyak 50 jilid.
Memohon bantuan keuangan dan persekot untuk publikasi Braheen-e-Ahmadiyya.
1879-84
Menerbitkan empat jilid Braheen-e-Ahmadiyya.
1884 dst.
Berhenti menulis Braheen-e-ahmadiyya.
Menulis buku demi buku, menulis sekitar 80 buku selama 25 tahun berikutnya.
Merujuk Braheen-e-Ahmadiyya sebagai KITABULLAH.
1884
Mengklaim diri sendiri sebagai Mujaddid/pembaharu Islam.
Kawin kedua kalinya dengan Shahjehan Begum anak dari Mir Nasir Nawab, sehingga terlahir 3 anak laki-laki yaitu Mirza Bashiruddin Mehmood (Khalifah ke-2 dan ayah dari Mirza Tahir, Khalifah yang sekarang), Mirza Bashir Ahmad (penulis Seerat-ul-Mahdi) dan Mirza Sharif Ahmad.
Mengaku menjadi impoten dalam perkawinannya yang ke-2. Berdo’a kepada Tuhan agar diberi kekuatan sexual. Tuhan memberikan Wahyunya agar ia meracik JAMU ILAHI.
Atas perintah ilahi, ia membuat jamu/jampi yang disebut ‘TIRYAQ-e-ILAHI’ agar ‘energy’nya pulih kembali. Bahan utamanya adalah ‘OPIUM’.
(SETYA: Saya kurang tahu apakah OPIUM atau madat dihalalkan dalam Ahmadiyah, namun ummat Islam harus meniru perbuatan Rasulullah Muhammad SAW. Apabila kaum Ahmadi juga meniru perbuatan keji oleh orang yang didakwahkannya sebagai rasul, maka secara sadar menyebar kekejian. Bisa saja dibantah oleh pemeluk yang kalap bahwa madat atau opium tidak haram, karena tidak disebut eksplisit dalam Quran, namun institusi IJMAK dipakai oleh pemeluk Islam. IJMAK ini akan meperbandingkannya dengan Khamr yang kurang berbahaya dibandingkan opium. Manfaat dan mudharat adalah pertimbangannya.)
1888
Mulai diambil sumpah setianya (Peeri-Mureedi) oleh masyarakat.
Meminta Mohammadi Begum untuk perkawinan ke-3.
Mengumumkan bahwa perkawinannya yang ke-3 ini dengan Mohammadi Begum adalah lamaran atas wahyu ilahi dan penolakan dari siapapun akan mengakibatkan konsekuensi tragis pada gadis tersebut, keluarganya, dan orang yang kawin dengan gadis ini.
(SETYA: Orang yang mengatakan diri sendiri rasul menyumpahi orang lain, kelakuan ini sangat jahiliah dan mungkar. Bandingkan dengan prediksi Muhammad SAW mengenai pecahnya kekaisaran Persia, beliau tidak menyumpahi, hanya melihat probabilitas pecahnya kekaisaran yang dholim, seperti dirobeknya surat beliau oleh Kisra Khosru I–hal ini amat disesalkan oleh kaum Shiah.)
Mirza Ghulam mengumumkan: “Harus dipahami oleh masyarakat bahwa tidak ada kriteria lain yang lebih baik untuk menyimpulkan kebenaran selain kenabianku.” (Aina-e-Kamalate Islam, Roohani Khazain vol 5 p.288, by Mirza Ghulam)
Mirza mengancam istri pertama beserta anaknya tentang akibat langsung jika tidak mendukung perkawinannya dengan Mohammadi Begum.
1891
Mendakwahkan diri sendiri sebagai Mas’ul Masih (Seperti Al Masih) dan menolak bahwa ia adalah Al Masih yang Dijanjikan.
(SETYA: Rasul koq mencla-mecle’.)
Mengatakan bahwa orang-orang yang menuduhnya sebagai pembohong.
Mengklaim dirinya sebagai Mariam/Bunda Maria.
(SETYA: Hanya orang yang jahilun/super bebal saja yang percaya hal ini)
Mengklaim dirinya mengandung karena ditiupkan ruh Isa kedalam dirinya (Jesus).
(SETYA: sementara ia mengaku sebagai Isa, MIRZA MENGNDUNG DIRINYA SENDIRI??? Saya persilahkan Anda yang berakal sehat mempercayai omongan seperti ini).
Mengklaim menjadi Isa setelah 10 bulan dalam kandungan dalam kandungannya sendiri (Maryam’s). Dan mengatakan: “Inilah muasalnya saya adalah Jesus anak Maria.” (Kishtee Nooh, Roohani Khazain vol 19 p. 87-89)
(SETYA: Kaum Ahmadi menyangkal trinitas, tapi disebut apakah hal ini??)
Mendirikan Gerakan Ahmadiyyah dalam Islam.
1892
Mohammadi Begum kawin dengan Mirza Sultan Baig.
Untuk membalas hal ini, Mirza: o menceraikan istri pertamanya. o memaksa salah seorang anaknya untuk menceraikan istrinya. o membatalkan warisan kepada anak laki-lakinya yang kedua.
[PS Istri pertamanya ada pertalian darah dengan Mohammadi Begum.]
1893
Menantang Wakil Komisaris Abdullah Khan Atham, seorang misionaris Kristen untuk berpolemik secara tertulis untuk membuktikan kebenaran masing-masing agama
Feb. 1893
Mirza mengumumkan: “Semua orang telah menerimaku dan menegaskan pendakwhan diriku, kecuali Anak-anak Pelacur, yang hatinya telah ditutup oleh Allah.” (Aina-e-Kamalate Islam, Roohani Khazain vol 5 p.548) Catatan: Anak Mirza sendiri yang hasil dari perkawinan pertamanya tidak menerimanya sebagai Al Masih/Messiah!!
(SETYA: Setiap nabi dan rasul adalah ma’shum, bahasa kotor tidak akan digunakannya, orang yang percaya dengan kalap akan membela pendakwah nabi yang berkata kotor secara mati-matian).
22 Mei – 5 Juni 1893
Berpolemik dengan Atham. * Mirza kalah secara memalukan sekali. Akibatnya, banyak umat Muslim pindah menjadi Kristen/Nasrani! * Dengan tanpa sesal, Mirza mengumumkan Prediksi Ilahi tentang kematian Atham tanggal 22 May dalam jangka 15 bulan(5 Sept 1894). Dikatakannya: “Saya bersaksi bahwa jika prediksi ini ternyata salah… Saya siap menerima hukuman apapun, Saya akan dipermalukan, mukaku dihanguskan, ikat tali dileherku dan gantunglah… Saya bewrsumpah demi Allah bahwa Dia akan benar-benar mengabulkannya, benar-benar mengabulkan, mengabulkannya. Bumi dan surga boleh berpindah tetapi kata-2 Allah tidak akan batal.” (Jang-e-Muqqaddas, Roohani Khazain vol 6 p.293)
Apr 1894 Atham masih tetap hidup. Beberapa kali usaha pembunuhan dilakukan kepada Atham oleh orang yang tak dikenal. 4 Sept * Peluru rahasia : Mirza mengucapkan mantera wazifa diatas biji beracun dan melemparkannya kedalam sumur tua untuk membunuh Atham.
1896
Umat Kristiani merayakan kemenangan Abdullah Atham dan > mempermalukan serta mencerca Islam – berkat Mirza Ghulam!!.
mengulangi asal Prediksi ilahi dan perkawinan dengan Mohammdi Begum. Dikatakannya:
“Jika saya pembohong, kematianku segera datang dan Prediksi ini tidak akanterpenuhi (Anjame Atham)
Ia mengumumkan wahyu: “Dan mereka menanyakan pada kalian apakah ini benar? Katakanlah: Ya, demi Tuhan itu benar dan kalian tidak akan Mampu mencegah terjadinya. Kami telah mengwinkanmu dengannya Tak ada yang mampu mencegah kata-kataKu (Asmani Faisla) >
27 Juli 1896 • Mengumumkan bahwa kakek dan nenek Jesus Adalah Pelacur, muasal darah kelahirannya dan bahwa inilah Alasan kecondong Jesus terhadap pelacur!!
(SETYA: MG Ahmad menuduh Nabi Isa/Jesus condong pada pelacur. Menunjukkan bahwa MG Ahmad tidak hormat sama sekali kepada Nabi Isa–dalam waktu lain ia mengklaim Isa sebagai dirinya sendiri–yang berarti juga mengumumkan kesenangannya pada pelacur.)
1897
Mengajukan petisi kepada Pemerintah Inggris
Ikut selamatan Thanksgiving bagi Queen Victoria pesta perak dari pemberian mahkotanya
Tuntutan terhadap Mirza oleh pejabat Pajak.
Pencarian kerumanya oleh Polisi atas dugaan pembunuhan Pundit Lekhram, kasus pidana dituntut kepadanya dan ia dilepaskan.
1898/99
Petisi kepada gubernur Punjab mengingatkan bahwa:
Kakek moyangnya selalu menjadi hamba setia.
Ia sendiri adalah BENIH YANG TUMBUH SENDIRI/TERTANAM SECARA MANDIRI/SUKARELA kepada Raja-raja Inggris.
Dari sejak kecil sampai sekarang setelah berumur 65 tahun, ia telah melakukan tugas-tugasnya yang penting dengan pena dan lidahnya, untuk mengubah hati ummat Muslim kedalam cinta kasih & niat baik serta simpti kepada Pemerintah Inggris dan melenyapkan konsep Jihad dari sanubari orang-orang Islam yang bodoh itu.
Kasus pidana dituntut terhadap Mirza agar menjaga perdamaian
1900
Mirza membatalkan Jihad.
Menamakan para pngikutnya sebagai Ahmadi dan memerintahkan penggunaan identitas tersebut untuk sensus.
Mengklaim Kenabian.
25 MEI 1900
Mirza Ghulam mengumumkan bahwa semua orang yang tidak menerimanya sebagai nabi adalah tidak taat pada Allah dan NabiNya dan akan tinggal di neraka
1901
Mirza masih belum melupakan Mohammadi Begum. Mengeluarkan pernyataan lainnya bahwa kejadian balik yang aneh akan dialami dan ia akhirnya akan kawin dengan Begum karena hal itu adalah masalah perintah Illahi.
(SETYA: Untuk menghalalkan nafsunya mengawini Begum ia berlindung pada kebohongan wahyu yang kesemuanya tidak terjadi. Rasulullah Al Amin saw tidak pernah mengejar-ngejar wanita untuk dikawini, alasan utamanya adalah masalah sosialdan ekonomi, mis. Mengawini janda tua dan telah menanggung beberapa anak dsb., apalagi dengan mengancam orang lain–istri pertama dan anaknya sendiri seperti pembual Mirza GA ini. Saya cenderung memberi gelar Mirza ini sebagai AHMAD AL KAZZABUL AKBAR)
1902
Akhirnya untuk memberikan napas bagi Mohammadi Begum, beberapa orang muslims memikirkan ide yang cemerlang. Jaafer Zitly menulis di surat kabar: “Saya melihat dalam mimpi bahwa Mirza Ghulam Qadiani akan kawin dengan saya!!”
Mirza benar-benar blangkeman’ (terbungkam). Setelah itu ia tak pernah menyinggung mengenai Mohammadi Begum sampai kematiannya tahun1908. Mohammadi Begum tetap hidup bahagia bersama suaminya sampai 40 tahun kemudian.
(SETYA: Saya heran pada khalayak yang membela manusia yang begini hina, barangkali karena ketidak-tahuannya, ketidakpedulian, atau memang telah menutup mata dan kalap sehingga HUDA tidak datang pada mereka)
1902
Mirza mengumumkan: “Dasar dari klaimsaya bukanlah Hadits tetapi Quran dan Wahyu saya sendiri; untuk mendukungnya kami juga mengutip hadits-hadits yang tidak bertentangan dengan wahyu saya. Sedangkan sisa Hadits lainnya saya buang seperti membuang kertas bekas. (Zamima Nuzoole Maseeh, Roohani Khazain vol 19 p.140)
(SETYA: Masya Allah. Ternyata klaim Sdr Nadri adalah DUSTA bahwa jemaat Ahmadi adalah muslim. Tiap muslim wajib mengikuti sunnah Rasulullah SAW dan al Quran. Tida ada hadits yang dapat dibuang kecuali cacat riwayat dan sanadnya, atau isinya bertentangan dengan Al Quran)
1903
Membangun Minarat-ul-Maseeh di Qadian, 12 tahun setelah menjadi Al Masih/Messiah yang dijanjikan
1904
Mengklaim sebagai dewa Krishna umat Hindu.
(SETYA: Lagi-lagi bualan bid’ah dan khurafat dikeluarkannya. Dalam Islam bid’ah dan khurafat sangat dilarang. Silahkan buktikan).
1905
Membangun Makam Suci di Qadian.
1906
Mengaku menderita SAKIT JIWA dan kencing terus menerus 100 kali per hari sejak pernyataanya bahwa ia diangkat rasul oleh Allah (1879)
1907
Mengadakan duel doa melawan Molvi Sanaullah Amratsari.
Mengumumkan doanya di Surat Kabar dimana ia berdoa keada Allah SWT agar para Pembohong itu mati selama > kebenaran masih ada dan kematian para pendusta itu adalah karena sebab Kolera atau Musibah–menurutnya ini adalah tanda kemarahan Illahi.
Menyatakan bahwa Allah telah menamakannya Muhammad dan Ahmad 26 tahun yang lalu di Braheen-e-Ahmadiyya. (Haqeeqatul Wahi, Roohani Khazain vol 22 p.502)
Menyatakan bahwa Allah telah mewahyukan 300,000 tanda-tanda untuk mendukung klaimnya
(SETYA: Inilah satu-satunya doa Mirza Ghulam Ahmad yang dikabulkan oleh Allah SWT. Mirza Ghulam Ahmad Alkazzabul Akbar –Pembohong Terbesar–mati karena kolera).
15 Mei 1907
Menyatakan bahwa surah-surah dlm Al Quranul Karim berikut ini, yang diwahyukan untuk menghormati dan, memuji nabi besar Muhammad SAW, sekarang telah diwahyukan untuk menghormati Mirza:
Surah 7:17
Surah 55:1
Surah 9:33
Surah 53:9
Surah 17:1
Surah 3:31
Surah 48:10
Surah 48:1
Surah 73:15
Surah 107:1
Surah 36:3
(Haqeeqat-ul-Wahi, Roohani Khazain vol 22)
Mengklaim bahwa Allah telah emnamakan dirinya sebagai tiap nabi, oleh karenanya ia mengatakan:
“Aku adalah Adam, Aku adalah Noah/Nuh, Aku adalah Abraham/Ibrahim, Aku adalah Isaac/Ishak, Aku adalah Jacob/Ya’kub, Aku adalah Ishmael/Ismail, Aku adalah Musa, Aku adalah Daud, Aku adalah Isa anak Maryam, Aku adalah Muhammad…(SAW).” (Haqeeqatul Wahi, Roohani Khazain vol 22 p. 521)
1908
Menerbitkan Braheen-e-Ahmadiyya jilid lima. Dalam pembukaannya ia menulis:
“Pada awalnya saya berjanji untuk menulis 50 jilid. Namun karena selisih antara 5 dan 50 adalah NOL, maka janji saya telah terpenuhi setelah menulis 5 jilid.”
1908
Mirza mengadakan resepsi bagi Financial Commissioner Punjab
KEMATIAN: Mirza tiba-tiba terjangkit penyakit kolera Dengan penyesalan yang dalam dan kesedihan ia mengeluarkan kata-kata terakhirnya kepada ayah mertuanya:
“Mir Sahib! Saya kejangkitan kolera”, Ia tak dapat mengeluarkan kata-kata sesudahnya dan meninggal dalam waktu singkat setelah itu.
Mohammadi Begum hidup bahagia dengan suaminya 35 tahun setelah itu.
Molvi Sanaullah Amratsari hidup selama 40 tahun setelah kematiannya itu.
1908
Hakeem Nuruddin menjadi penerus pertama.
1914
Hakeem Nuruddin jatuh dari kuda dan meninggal.
Mirza Basheeruddin Mehmood, bin Mirza Ghulam, menjadi Khalifah ke-2.
Demikian riwayat singkat dari Mirza Ghulam Ahmad.
(SETYA: Adakah diantara netter yang dapat menyebutkan nama nabi/ rasul yang begini keji dan jahat? Perbuatan ini belum terlalu lama berlalu dibandingkan dengan Rasul yang sebenarnya, dan dapat dilacak sejarahnya. Penulis asli dari naskah ini mempunyai sumber data yang cukup akurat.)
Sumber : http://sudjanamihardja.multiply.com/journal/item/295/ahmadiyah_dan_mirza_ghulam_ahmad
teu aya pisan nu kedah di contoh ti maneh na,,tebih pisan ti kanabian mah,,jeung pejabat baong ge paling beda kumis sifat na
sing salamet teu kitu etamah ti musuh ahmadiyah anu nyangki wae kitab sucina lain AL quran padahal ahmadiyahmah kitab sucina Al quran lain tajkirah majar sahadatna beda padahal sarua nyaeta ( Teu aya pangeran lian ti Allah sareng Muhamad utusan Allah) ah etamah bohong da nu kuabi ditaroskeun ge teu kitu eta mah persi musuh anu ngewa ka ahmadiyah da ari tos diteleman ku abimah ahmadiyah teh teu sami anu sareng di tuduhkeun kunu ngewa ka ahmadiyah punteun sing saladar karunya ka aranjeun teh
teu langkung eta mah,,,ngan aya hiji dina diri nu tara bohong nyaeta hate,,mangga taros ka diri pribadi masing2 kumaha saleres na ahmadiyah teh,,tos jeas ku tulisan di luhur ge,,hatur nuhun.
Mung kieu amanah ti abdi mah upami hoyong jelas supados teu jadi pitnah taroskeun k Ahmadiyah bilih jadi pitnah da conto kieu mun urang nanya ka urang kristeun anu ngamusuh ka Islam conto di Amerika pajarkeun Islam teh teroris anu ngancurkeun wtc padhal urang sadaya terang Islam sajati mah teu kitu ewh sajarahna islam sajati kitu sampaikeun ku ngewa ngewa na erek ngaduruk Al quran munteu di carek ku obama tah kitu matak taroskeun teh ka sumberna da upami naros ka nu ngewa atanapi kanu ngamusuh mah pasti bakal di tambihan anu antukna jadi pitnah mangga tapakuran
بِسْــــمِ اللهِ الرَّحْمـٰنِ الرَّحِيمِ
اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ
Yang Anda copy paste itu bukan tulisan Anda sendiri dan Anda pun tidak mempunyai pengetahuan cukup tentang itu. Maka saya mengingatkan tentang firman Allah berikut ini:
وَلَا تَقْفُ مَا لَـيْسَ لَـكَ بِهٖ عِلْمٌؕ اِنَّ السَّمْعَ وَالْبَصَرَ وَالْفُؤَادَ كُلُّ اُولٰۤٮِٕكَ كَانَ عَنْهُ مَسْـُٔوْلاً
“Dan janganlah engkau ikuti apa yang tentang itu engkau tidak mempunyai pengetahuan. Sesungguhnya telinga, mata dan hati tentang semuanya ini akan ditanya.” (QS Bani Israil 17:37).
Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad (Imam Mahdi & Masih Mau’ud) as telah menulis lebih dari 80 jilid buku yang aslinya ditulis dalam bahasa Urdu, Arab dan Persia. Kalau Anda memahami ketiga bahasa itu silahkan Anda browsing website berikut ini dan tunjukkan buku-buku dan halaman-halaman yang Anda sebut dalam copy paste itu kepada saya:
http://www.alislam.org/urdu/rk/
SERUAN & SARAN:
(1) Saya telah beriman kepada Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad as sebagai Imam Mahdi, Masih Mau’ud, Khalifah Allah, Nabi Allah atau Rasul/Utusan Allah Ghairi Tasyri’ wa Ghairi Mustaqil yang kedatangannya telah dinubuwatkan oleh Nabi Muhammad saw, dan saya bai’at kepada Allah Ta’ala melalui Khalifatul Masih V atba untuk bergabung ke dalam Jemaat Islam Ahmadiyah Internasional.
(2) Saya mengajak Saudara-saudara seiman untuk menta’ati firman Allah berikut ini:
وَمَاۤ اَرْسَلْنَا مِنْ رَّسُوْلٍ اِلَّا لِيُطَاعَ بِاِذْنِ اللّٰهِؕ
“Dan, tidaklah Kami utus seorang rasul melainkan supaya ia dita’ati dengan izin Allah;” (QS An-Nisa 4:65) dan untuk menta’ati sabda Nabi Muhammad Rasulullah saw berikut:
فَاِذَارَأَيْتُمُوْهُ فَبَايِعُوْهُ وَلَوْدحَبْوًاَعلَى الثَّلْخِ فَاِنَّهُ خَلِيْفَةُ اللهِ الْمَهْدِيُ
“Apabila kamu melihatnya (Imam Mahdi), maka bai’atlah kepadanya walaupun harus merangkak di atas salju, karena beliau adalah Khalifah Allah dan Al Mahdi.” (Sunan Ibnu Majah, Darul Fikr, Jld. II, hal. 1367, Hadits No.4084), karena Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad (Imam Mahdi & Masih Mau’ud) as telah mendapat mandat dari Allah berikut ini:
اِذَاعَزَمْتَ فَتَوَكَلْ عَلَى الله – وَاصْنَعِ الْفُلْكَ بِأَعْيُنِنَاوَوَحْيِنَا – اِنَّالَّذِيْنَ يُبَايِعُوْنَكَ اِنَمَايُبَايِعُوْنَ الله َيَدُاللهِ فَوْقَ اَيْدِيْهِمْ
“Bila engkau sudah mengambil keputusan, maka bertawakalah kepada Allah – Dan buatlah bahtera itu dengan pengawasan petunjuk wahyu Kami – Sesungguhnya mereka yang bai’at kepada engkau, sesungguhnya mereka bai’at kepada Allah, Tangan Allah berada diatas tangan mereka.” [Sabz Isytihaar, hal. 24 (Urdu) & Tabligh Risalah, Jilid I, hal.145 (Urdu)].
(3) Namun, semua tergantung kepada usaha keras Anda dan kepada keridhan Allah Al Huda yang akan memberi karunia-Nya kepada Anda, karena Dia berfirman:
وَالَّذِيْنَ جَاهَدُوْا فِيْنَا لَنَهْدِيَنَّهُمْ سُبُلَنَا ؕ وَاِنَّ اللّٰهَ لَمَعَ الْمُحْسِنِيْنَ
“Dan orang-orang yang berjuang untuk Kami, sesungguhnya Kami akan memberi petunjuk kepada mereka pada jalan Kami. Dan sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang berbuat kebaikan.” (QS Al Ankabut 29:70)
(4) Saran saya, sebelum Anda memperoleh karunia (hidayah dan taufik) Allah, janganlah memperolok-olok Utusan Allah dan Jemaat-Nya, karena saya khawatir azab Ilahi yang sangat pedih akan mencengkeram Anda. Na’udzubillahi mindzalik.
(5) Perbedaan antara utusan/nabi/rasul palsu dengan utusan/nabi/rasul yang benar adalah: Utusan/nabi/rasul palsu akan mati sebelum rentang waktu pendakwaannya mencapai 23 tahun dan/atau para pengikutnya secara perlahan tapi pasti akan hilang/lenyap. Utusan/nabi/rasul yang benar akan hidup terus hingga rentang waktu pendakwaannya sampai dengan/melewati 23 tahun, dan pengikutnya secara perlahan tetapi pasti akan terus bertambah sebagaimana yang telah dijanjikan Allah kepada rasul-rasul-Nya dalam firman-Nya;
كَتَبَ اللّٰهُ لَاَغْلِبَنَّ اَنَا وَرُسُلِىْؕ اِنَّ اللّٰهَ قَوِىٌّ عَزِيْزٌ
“Allah telah menetapkan, “Aku dan rasul-rasul-Ku pasti akan menang. Sesungguhnya, Allah itu Maha Kuat, Maha Perkasa’.” (QS Al Mujadalah 58:22); dan juga kepada orang-orang beriman sebagaimana firman-Nya:
اِنَّا لَنَنْصُرُ رُسُلَنَا وَالَّذِيْنَ اٰمَنُوْا فِىْ الْحَيٰوةِ الدُّنْيَا وَيَوْمَ يَقُوْمُ الْاَشْهَادُۙ
“Sesungguhnya Kami menolong rasul-rasul Kami dan orang-orang beriman dalam kehidupan dunia dan pada hari berdirinya saksi-saksi (akhirat)” (QS Al Mu’min 40:52).
Janji Allah Ta’ala ini terbukti dengan sudah menyebarnya Da’wah Islam yang dilakukan Jemaat Ahmadiyah hingga ke 198 negara, dan hampir di setiap negara memiliki masjid yang besar, salah satunya di Morden, London, United Kingdom, terbesar di Eropa Barat.
وَأَخِرُدَعْوَانَآاَنِ الْحَمْدُ ِللهِ رَبِّ الْعَالَمِيْن
وَالسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ
ah kedung halang mah seueur nyarios,,tos jelas nu pang taat na & pang mulia na mah NAbi Muhammad,,cenah ngaku keneh ka nabi muhammad tp nga ragukeun keneh,,jadi lieu..plin lpan didinya nah,,trus make jeung nyarios mga teh imam mahdi jeung nabi isa,,kmh carita na bsa jd dua jelema lngsng,,,geus maot deuihh mga na ge,,,kudu na ge geus kiamat atuh,,gagal atuh tugas mga nu ceuk kedung imam mahdi & nabi isa teh nu rek nyalamet keun manusia tina kakacau an,,teu aya carita na make jeung aya penerus na (khalifah) imam mahdi,,,sok ngalilieur kareup,,enggal sadar kang,,,cabak hate nyalira,,jujur kane hate nyalira ,,mana nuleureus teh sok geura,,,
Rasulullah saw. ditanya oleh Khudzaifah al-Yaman tentang orang munafik. Rasulullah saw. menjawab, ”Adalah orang yang berbicara tentang Islam dan tidak mengamalkannya .”
Adapun makna dari ayat di atas ialah: Jika orang-orang munafik datang dan berkata, “Sesungguhnya engkau (Rasulullah saw) adalah Rasul Allah,” dan mereka bersumpah bahwa diri mereka beriman, ketahuilah bahwa mereka melakukan itu dengan maksud untuk menyembunyikan kemunafikan yang ada di dalam dirinya, dengan menyatakan bahwa diri mereka adalah orang-orang yang beriman. Allah swt. mengetahui bahwa engkau (Rasulullah saw) benar-benar Rasul-Nya, dan Dia juga bersaksi akan hal itu. Selain itu Allah juga bersaksi bahwa orang-orang munafik itu berbuat dusta dalam pernyataannya. Mereka menampakkan sesuatu yang bertentangan dengan apa yang ada di dalam hatinya, walaupun kebenaran itu sedemikian jelasnya, bahkan lebih jelas dari sinar matahari di siang hari.
Imam Ibn Katsir memberikan penafsiran tentang ayat di atas sebagai berikut,
Di dalam ayat ini, Allah swt. memberitahukan bahwa orang-orang munafik mengaku Islam dan beriman tatkala sedang berada di hadapan Nabi saw. Namun di dalam bathin mereka bertentangan dengan apa yang mereka ungkapkan. Oleh karena itu, Allah swt. berfirman, “Jika orang-orang munafik datang ke hadapanmu, mereka berkata, ‘Kami mengetahui bahwa sesungguhnya kamu benar-benar Rasul Allah.” Artinya, jika orang-orang munafik datang kepadamu (Yaa Muhammad) dan bersaksi bahwa engkau adalah utusan Allah, maka ketahuilah bahwa yang ada di dalam hati mereka bukanlah sebagaimana yang mereka katakan. Oleh karena itu Allah swt. melanjutkan perkataan-Nya, “Dan Allah mengetahui bahwa engkau adalah benar-benar Rasul-Nya.” Kemudian Dia melanjutkannya dengan perkataan, “Dan Allah juga bersaksi bahwa sesungguhnya orang-orang munafik itu pendusta.”
Artinya, walaupun pernyataan orang-orang munafik itu sesuai dengan kenyataan di luarnya, namun mereka sebenarnya tidak meyakini apa yang mereka ucapkan. Karena itulah Allah mengatakan bahwa mereka berdusta dalam hal akidah mereka.
Assalamu’alaikum,
saha weh lah
September 19, 2010 – 2:40 pm
ah kedung halang mah seueur nyarios,,tos jelas nu pang taat na & pang mulia na mah NAbi Muhammad,,cenah ngaku keneh ka nabi muhammad tp nga ragukeun keneh,,
Banding keun jeung tulisan ieu:
Anu pasti mah, Pendiri Jemaat Ahmadiyah teh umat Islam anu pang ta’atna ka Allah Ta’ala & Rasulullah saw, lajeng Allah Ta’ala teh ridho kalayan ngangkat mantenna janten Imam Mahdi & Al Masih as anu kasumpinganna tos dinubuwatkeun ku Rasulullah saw kanggo neraskeun syari’at/agama Islam supados ngunggulan agama-agama sanes.
Sok atuh aos heula anu leres. Upami tos ngartos, engke urang diteraskeun obrolanana bilih hoyong terang mah.
Wassalam.
tegakkeun jihad, bubarkeun ahmadi, demo mah da lain kekerasan nu sampai ngocorkeun getih kecuali demo nu di balayar siga tanggal 15 juli nepi ka aya nu maot kumaha tah tanggung jawabna bupati, muspida caricing wae, aya naon nya boa maranehanna oge milu dibayar nya ? kang celetak celetuk di dukung lah, yu urang dukung bareng tah si GERAM teh ameh aliran ahmadi ancur jelemana arinsaf asup ka islam lain eusleum siga ceuk kang celetak celetuk, hidup Islam Go To Hell Ahmadiyah, keun da si Mirza na mah keur dina siksa kubur
Assalamu’alaikum,
garut intan nulis:
tegakkeun jihad, bubarkeun ahmadi, demo mah………………………………….
…. dukung bareng tah si GERAM teh ameh aliran ahmadi ancur jelemana arinsaf asup ka islam lain eusleum siga ceuk kang celetak celetuk, hidup Islam Go To Hell Ahmadiyah, keun da si Mirza na mah keur dina siksa kubur
Kedunghalang ngajawab:
Upami teu acan terang jihad mah atuh diajar heula, ulah waka kikituan! Isin.
Allah Ta’ala & Rasulullah saw ngajarkeun ka urang Islam yen Jihad teh aya tila rupa: (1) Jihad Shagir, (2) Jihad Kabir & (3) Jihad Akbar.
(1) Jihad Ashgar (Paling Kecil): Perang mempertahankan agama.
(2) Jihad Kabir: Menyebarkan agama Islam dengan Al Qur’an-ul-Karim
(3) Jihad Akbar: Mengendalikan hawa nafsu sendiri.
Cobi tingali, tulisan garut intan kalebet jihad anu mana? Komo kalimat terakhir mah siga nu kabawa ku sakaba-kaba. Tos ngalaman dikubur?
Urang mah ulah pipilueun negara & masyarakat pakistan anu nolak ka Utusan Allah, margi akibatna bakal keuna ku azab Ilahi anu peurih. Hoyong terang azab anu keur nimpa negara & masyarakat Pakistan anu aniaya ka para pengikut Utusan Allah?
http://english.aljazeera.net/photo_galleries/centralsasia/201089161838709557.html
http://edition.cnn.com/interactive/2010/08/world/gallery.large.pakistan.flood/aug.24.html?hpt=T1
http://english.aljazeera.net/photo_galleries/centralsasia/20108371023189527.html
http://edition.cnn.com/2010/WORLD/asiapcf/08/26/pakistan.floods/index.html?hpt=T1#fbid=NOhJH-7R9ZA&wom=false
http://english.aljazeera.net/focus/floodofmisery/
Garut intan Garut intan ka sadyana sing dijadikeun pelajaran Islamteh saur nabi anu mulya nabi anu agung Muhamad saw baris pecah jadi 73 golongan ari anu leres mung hiji anu 72 asup naraka ( jadi kalolobaannana asup naraka) tapakuran ku hate anu bersih iklas sangkan ka tinngal bebeneran ,la iqro hapidin
sigana kedung halang jeung bentengtakesi teh urang ahmadiyah nya ngaku we nya, yeuh sing saladar geura asup islam nu sajati, geus puguh ku skb 3 menteri, fatwa mui, fatwa robithoh dunia, komo di garut aya skb bupati, yen ahmadiyah teh sesat dan menyesatkan titik, jadi teu kudu ngabahas deui nu lain boh si mirza na boh si ghulamna jelas paeh na ge di wc, ayeuna mah sok geura arinsaf geura asup islam nu sabenerna ulah cicing dina kasasaran, AHMADI = YAHUDI, AHMADI LAIN ISLAM TAPI EUSLEUM. komo nempatkeun jelema di birokrasi nepi ka garut acak acakan ku pajabat hiji nepi ka ancur tah kitu jelas ahmadi teh ngaruksak salain sesat, diduga si Iman Ali Rahman pajabat Inspektorat kuat ge da di back up ku yahudi jadi kabeh pamimpin, pejabat nepi ka rakyat leutik geus kaparaban ku duit APBD Garut anu di keruk di ka si ahmadiyah keun, sok atuh geura bubar sorangan ameh terhormat henteu di bubarkeun, yu urang syahadat deui asup ka Islam nu hakiki ulah aya ngaku aya nu lain-lain deui.
Assalamu’alaikum,
celetak celetuk nulis:
……, jadi teu kudu ngabahas deui nu lain boh si mirza na boh si ghulamna jelas paeh na ge di wc, ayeuna mah sok geura arinsaf geura asup islam nu sabenerna ulah cicing dina kasasaran, AHMADI = YAHUDI, AHMADI LAIN ISLAM TAPI EUSLEUM. komo nempatkeun jelema di birokrasi nepi ka garut acak acakan ku pajabat hiji nepi ka ancur tah kitu jelas ahmadi teh ngaruksak salain sesat, diduga si Iman Ali Rahman pajabat Inspektorat kuat ge da di back up ku yahudi jadi kabeh pamimpin, pejabat nepi ka rakyat leutik geus kaparaban ku duit APBD Garut anu di keruk di ka si ahmadiyah keun, sok atuh geura bubar sorangan ameh terhormat henteu di bubarkeun, yu urang syahadat deui asup ka Islam nu hakiki ulah aya ngaku aya nu lain-lain deui.
Kedunghalang ngawaler:
Waaah, ieu mah fitnah teh luar biasa geus ngaleuwihan batas. Lamun anjeun bener umat Islam, pasti geus maca firman Allah Ta’ala:”Fitnah teh leuwih kejem/jahat ti maehan jalma” (QS Al Baqarah).
Umar bin Khattab (Khulafa-ur-Rasyiddin ka-II) ra ngadawuh:”Teu aya Islam anging anu Jamaah, teu aya Jamaah anging anu aya Imam (internasional), teu aya Imam anging anu ngagaduhan ummat, teu aya ummat anging anu bai’at, teu aya bai’at anging anu aya ta’at”. Tah ieu anu disebat Islam Hakiki/Sejati teh.
Allah Ta’ala marentahkeun ka Imam Mahdi & Masih Mau’ud as supados ngawujudkeun Jemaat Islam Ahmadiyah kanggo ngempelkeun/ngahijikeun jalmi-jalmi shaleh/shalehah kalayan ta’at ka Allah Ta’ala & Rasulullah saw anu tugasna nyebarkeun, ka sakuliah dunia, pesan Islam rahmatan-lil-alamin atanapi Love For All Hatred For None (Cinta untuk Semua Tiada Kebencian).
Jadi, Islam Hakiki/Sejati teh tos aya di Jemaat Islam Ahmadiyah. Upami hoyong terang Rukun Islam (kalebet Syahadat) & Rukun Iman anu dianggo ku Jemaat Islam Ahmadiyah mangga browsing website resmina di dieu:
http://www.alislam.org/islam/
ka warga ahmadiyah sing salabar tunjuken kasabaran anu sa ageng agengna ulah saruana balaes k benci ku kanyaah bales kngewa ku ka dedeh sakumaha nu dilakukeun ku nabi Muhamad SAW abi muji ku kasabaran waga ahmadiyah dina nyingharepan nu mikaceceb. sabar terus pantang mundu
K GERAM GARIS FPI mugia sing janten anu mika cinta kana kdamaian anu mayunkeun k depe depe handap asoran garut damai garut tentram aman dan sejahtera
Ah kedunghalang jeung benteng takeshi mah dasar ahmadiyah, jelas2 ceuk para ulama, menteri agama, fatwa robithoh ahmadiyah the sesat tur menyesatkan titik, mun eta mah aksi damai atuh da teu aya nu dipeuncit siga nu gaduh dosa wae, sigana dipiwarang ku oknum birokrat nu ahmadi nya si IAR tea nya ? Ngaku weee
[WORDPRESS HASHCASH] The poster sent us ’0 which is not a hashcash value.
Assalamu’alaikum,
garut kalem nulis:
Ah kedunghalang jeung benteng takeshi mah dasar ahmadiyah, jelas2 ceuk para ulama, menteri agama, fatwa robithoh ahmadiyah the sesat tur menyesatkan titik,
Kedunghalang ngawartosan:
Rasulullah saw ngadawuh:”Di akhir zaman, ulama-ulama maranehna teh pang awon-awon na makhluk di kolong langit, tina sungut maranehna kaluar fitnah, teras fitnah eta teh balik deui ka maranehna.” (Misykat).
Bade disebat “Sesat Tur Menyesatkan Titik” ku akhli fitnah mah teu sawios-wios, margi abdi mah nyembah ka Allah Ta’ala, sanes ibadah ka para ulama akhli fitnah. Komo Menteri Agama mah, anu kedahna mah negakkeun Konstitusi (Kebebasan Beragama dijamin Konstitusi), malah manehna anu ngalanggar Konstitusi. Alusna mah SDA teh nyabut pernyataanana atawa sakalian nyabut jabatanana ku sorangan.
Anu pasti mah, Pendiri Jemaat Ahmadiyah teh umat Islam anu pang ta’atna ka Allah Ta’ala & Rasulullah saw, lajeng Allah Ta’ala teh ridho kalayan ngangkat mantenna janten Imam Mahdi & Al Masih as anu kasumpinganna tos dinubuwatkeun ku Rasulullah saw kanggo neraskeun syari’at/agama Islam supados ngunggulan agama-agama sanes.
Rasulullah saw:”Lamun maraneh ningali anjeuna (Imam Mahdi), maraneh teh kudu bai’at ka anjeuna, sok sanajan kedah ngorondang dina salju, margi saleresna anjeuna teh Khalifatullah-al-Mahdi” (HR Ibnu Majah).
Kumargi kitu, sok sanajan difatwa Sesat & Menyesatkan ku para ulama, Jemaat Ahmadiyah mah teras we majeng dugi ka aya di 195 nagara. Saena mah “garut kalem” oge kedah ta’at kana parentah Rasulullah saw, margi anu parantos ta’at atanapi bai’at ngagabung ka Jemaat Ahmadiyah teh tos seueur. Cobi geura browsing website ieu: http://www.alislam.org/introduction/index.html
peace
Walaah, eta nu demo … mani kararasep, padahal ditutupan ku sorban, komo deui lamun sorbanna dibuka mah pasti leuwih kararasep. beu beu beu …….. Ciing atuh….., urang Sunda mah ti baheula ge kasohor ku ramah-na, santun, someah, lemah lembut. Ari maraneh hayang nurutan urang Arab anu resep perang jeung Bom Bunuh Diri jiga di Afghanistan, Irak & Pakistan? Allah Ta’ala ngawartosan ka urang yen urang Arab mah kakara asup Islam acan bener-bener iman, lantaran iman anu sajati acan asup kana hate maranehna (Al Hujurat QS49:15). Jadi, urang Sunda mah ulah nurutan urang Arab, tapi turutan tah ahlaq jungjungan urang nyaeta Nabi Muhammad Rasulullah saw. Wassalam.