|

Memori Bandung Raya di Bandung FC

Ketika kompetisi Galatama dan Perserikatan masih dipisah, Bandung memiliki dua klub sepak bola yang jika dibandingkan ibarat langit dan bumi. Di Perserikatan, Bandung diwakili oleh Persib. Setiap Persib berlaga, Stadion Siliwangi hampir selalu sesak oleh penonton.

Sementara di Galatama, Bandung Raya menjadi wakil Bandung. Saat itu, Bandung Raya adalah tim medioker. Yang ketika menjamu lawannya di Siliwangi, isi stadion selalu melompong. Kondisi berubah ketika Liga Indonesia bergulir. Di mana saat itu Galatama dan Perserikatan dimerger.

Melalui sokongan dana yang mumpuni, Bandung Raya menggeliat. Bahkan, tim yang lalu berubah namanya menjadi Mastrans Bandung Raya ini berhasil menjadi kampiun di musim 1995-1996. Publik Bandung pun tak ragu mendukung MBR. Stadion Siliwangi tak lagi melompong ketika MBR berlaga.

Kenangan inilah yang terpatri di benak Nandar Iskandar. Nandar kini tengah mempersiapkan tim Bandung FC yang akan mengikuti Liga Primer Indonesia mulai Januari 2011. “Saya jadi ingat saat memegang Bandung Raya. Saya bina Bandung Raya dari nol,” tuturnya.

Nandar selain pernah membesut Persib, dan timnas memang pernah juga menjadi arsitek Bandung Raya di Liga Indonesia pertama. Kenangan Bandung Raya di Bandung FC semakin kental dengan hadirnya Budiman Yunus mantan pemain Bandung Raya yang menjadi asisten pelatih dan kemungkinan direkrutnya Nuralim yang juga pernah menjadi pemain Bandung Raya.

Nandar ingat, di awal-awal saat timnya berlaga. Yang hadir dan menonton di lapangan hanya panitia pelaksana (panpel) pertandingan. “Waktu itu Persib setiap bertanding bisa disaksikan 25.000 penonton,” kenangnya.

Semakin lama, Bandung Raya mulai dikenang. Hingga akhirnya, Bandung Raya pun bisa mengumpulkan penonton sama banyaknya dengan sang saudara tua. “Saya ingat sejarah itu,” tambahnya.

Menurutnya, persaingan akan menunjang seseorang atau sebuah tim menunjukan prestasi. Ia berharap, hadirnya Bandung FC yang rencananya akan diluncurkan 8 Desember bisa membuat tim-tim yang ada di Bandung bisa merebut prestasi maksimal. Meski bagi Nandar keinginannya kali ini cukup sederhana. Ia ingin potensi pemain-pemain bola yang ada di Bandung bisa terserap. Semakin banyak saluran atau wadah, semakin banyak pula pemain yang dibutuhkan.

“Sebagai orang yang berprofesi di kepelatihan, saya sangat senang untuk membina sepak bola yang ada di Bandung. Bandung dikenal sebagai kota sepak bola dan punya banyak pemain berkualitas. Sayang kalau cuma punya satu wadah,” tuturnya.

dari bobotoh untuk bloggergarut

Leave a Reply

*

Blogger Garut Ads

Recently Commented

  • agen obat herbal ace max ( menyembuhkan 75 macam penyakit ): sala kenal ! mampir juga ke blog saya , di sini semua...
  • saadi: jika anda membutuhkan rumah, tanah dengan jangkauan keuangan anda, kita bisa untuk sedia membantu anda untuk...
  • Suara Garut: harga domba dengan klasifikasi peruntukan aqiqah yang murah berapa ya?
  • Suara Garut: Awal mulanya yang mencetuskan kain batik daerah mana ya? kan kalau motifnya di berbagai daerah pasti...
  • DEDI: as wr wb. wilujeng tepang salam baktos kasadaayana. sim kuring seja tumaros ka aparat anu berwenang manawi aya...

Statistik

Page Rank Check