|

Penganut Ahmadiyah Kembali Ke Islam

Memasuki bulan suci Ramadan, sedikitnya delapan puluh penganut Ahmadiyah di Kec. Cigedug Kab. Garut, kembali ke ajaran Islam. Keberadaan dan aktivitas para penganut ajaran Ahmadiyah di wilayah tersebut dianggap meresahkan, sehingga apa yang dilakukan penganut Ahmadiyah diharapkan dapat menjaga kekhusyukan masyarakat di bulan Ramadan.

Bertempat di Masjid Nurul Huda di Kp. Sukarame Desa Cigedug Kec. Cigedug, kembalinya delapan puluh jamaah Ahmadiyah ke ajaran Islam dilakukan di hadapan ulama dan unsur pemerintahan setempat serta disaksikan ratusan warga lainnya.

Sebelumnya, para ulama memberikan pemahaman kepada para penganut Ahmadiyah bahwa ajaran yang mereka jalani tidak sesuai dengan syariah Islam dan sesat.

Menurut tokoh masyarakat setempat, Uman Nu’man, pihaknya mengaku kecolongan dengan adanya warga di wilayahnya yang menganut ajaran Ahmadiyah. ”Tercatat ada delapan puluh warga yang menjadi jamaah Ahmadiyah. Untungnya mereka bisa kami beri arahan hingga kembali ke ajaran Islam yang benar,” ujarnya.

Di hadapan para saksi, pengikut ajaran Ahmadiyah itu kembali melakukan pembacaan kalimat syahadat dan menyerahkan berbagai kitab Ahmadiyah kepada aparat desa setempat. Suasana haru terlihat ketika proses kembalinya mereka ke ajaran Islam.

Menurut Uman, banyak warga menjadi jemaah Ahmadiyah disebabkan faktor kemiskinan dan ketidaktahuan mereka tentang ajaran tersebut. Apalagi, mereka juga tidak tahu tentang Surat Keputusan Bersama (SKB) Tiga Menteri yang melarang Ahmadiyah berkembang di Indonesia.

Salah seorang mantan penganut Ahmadiyah, Nandang (23), mengaku baru mengikuti ajaran tersebut sejak setahun terakhir. ”Awalnya saya tertarik dengan ajaran yang diajarkan aliran Ahmadiyah, tetapi setelah dirasakan adanya penyimpangan, maka saya pilih kembali ke ajaran Islam,” katanya.

Dia pun bersyukur warga tidak bertindak anarkistis terhadap para pengikut Ahmadiyah yang kembali ke jalan Islam. Cara persuasif warga, telah memberi ketenangan sehingga mereka bisa menyadari kekeliruan yang selama ini telah dilakukan. “Islam itu agama yang benar dan hakiki. Bodoh saya sempat berpaling karena faktor ekonomi,” ucapnya.

Sumber : (A-158/A-147),pikiran-rakyat

11 Comments for “Penganut Ahmadiyah Kembali Ke Islam”

  1. PEMAKSAAN NO OOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOO
    INTIMIDASI NO OOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOO
    KEKERASAN NO OOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOO
    PITNAH NO OOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOO
    PROP[OKASI NO OOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOO
    ATASNAMA AGAMAM NO OOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOO

  2. assalamualaikum wr wb

    mungkin nabi yang mulia yang luhur ahklaknya conto uswatun hasanah nabi besar Muhamad s a w menangis dan marah melihat umatnya ,yang bangga ada yang masuk Islam dengan cara teror propokasi intimidasi ancaman serta pemaksaan.

    mari kita berpikir jernih apkah kita bangga atau kita akan mencintai atau merasa memiliki bila semua itu di lakukakan dengan pemaksaan intimidasi pitnah dll

  3. Tidak ada bantahan dari pa Hari yang mengutip Al Qur’an atau Hadits. Yang ada hanyalah kata-kata hujatan dan tuduhan yang tidak berdasar, seperti “tidak nyambung”, “sesat”, “awur-awuran” dan tuduhan “hadits palsu”. Kemudian pa Hari juga merujuk kepada website yang dibuat oleh orang yang bukan Ahmadiyah. Informasi apa yang dapat kita peroleh dari website itu? Ternyata memang, apa yang ada pada website itu hanyalah tafsir Al Qur’an Surah Az-Zukhruf 57 yang sama sekali tidak menjawab pertanyaan pa Hari tentang orang yang mendakwakan sebagai “Matsil/Perumpamaan Ibnu Maryam”.

    Tetapi, kalau pa Hari ingin terus diskusi disini, marilah kita lanjutkan dengan hikmah dan dengan cara yang baik, karena hanya Tuhan Yang Maha Tahu siapa yang tersesat dari jalan-Nya (An-Nahl 125). Dan kalau pa Hari seorang intelektual muslim yang suka mengaji Al Qur’an & Hadits, pasti di dalam tulisan, pa Hari akan menggunakan kata-kata yang rendah hati, halus dan penuh sopan-santun yang menandakan seorang muslim yang “Ibadurrahman” (QS Al Furqon 63).

    Ada tiga topik bahasan yang saya tawarkan untuk kita diskusikan:
    (1) Apakah Nabi Isa as masih hidup atau sudah wafat?
    (2) Apakah pintu kenabian/kerasulan setelah Nabi Muhammad saw masih terbuka/tertutup?
    (3) Tanda-tanda kedatangan Imam Mahdi/Nabi Isa as yang dijanjikan Nabi Muhammad saw.

    Silahkan pa Hari memulai atau saya yang memulai, tetapi sebelumnya, kalau pa Hari ingin mendapatkan informasi tentang Jemaat Ahmadiyah dengan benar, silahkan cari dari sumbernya yang resmi yaitu: http://www.alislam.org/introduction/index.html

  4. Kedung Halang

    Assalamu’alaikum cep Galih,
    Wah hebat cep Galih, sekarang banyak kemajuan dan sudah bisa menjawab pertanyaan dari cep Hari dengan akurat. Mubarak, mubarak & mubarak cep Galih.

    Sekarang, saya ingin bertanya kepada cep Hari:
    (1) Apakah cep Hari orang Islam?
    (2) Apakah cep Hari ingin jadi orang shaleh di dalam pandangan Allah Ta’ala?

    Kalau kedua pertanyaan diatas dijawab YA oleh cep Hari, tentu cep Hari akan ta’at kepada perintah Allah Ta’ala dan Rasulullah saw sebagaimana Allah Ta’ala berfirman:”Hai orang-orang beriman, ta’atlah kepada Allah, dan ta’atlah kepada Rasul-Nya, dan kepada orang-orang yang memegang kekuasaan diantara-mu” (QS An-Nisa 59); “Dan, barangsiapa ta’at kepada Allah dan Rasul ini maka mereka akan termasuk diantara orang-orang yang kepada mereka Allah memberi nikmat, yakni: nabi-nabi, shiddiq-shiddiq, syahid-syahid dan orang-orang shaleh.” (QS An-Nisa 69); “Barangsiapa ta’at kepada Rasul, maka sebenarnya ia ta’at kepada Allah,…” (QS Ani-Nisa 80).

    Nah, dengan menyimak ayat-ayat suci Al Qur’an tersebut, berikut ini adalah perintah dari Yang Mulia Nabi Muhammad Rasulullah saw kepada seluruh ummat Islam termasuk cep Hari:
    “Apabila kalian melihat beliau (Imam Mahdi), maka berbai’atlah kepada beliau, walaupun kalian harus merangkak di atas salju, karena beliau adalah Khalifah Allah dan Al Mahdi.” (HR Sunan Ibnu Majah, Darul Fikr, Jld. II, hal 1367, Hadits No.4084). Bagaimana cep Hari, mau ta’at kepada perintah Rasulullah saw?

    • Wa’alaikumsalam pak Kedung,
      Kata pa Hari “tidak bisa membuktikan dengan ayat sama juga bo’ong. sob. Bicara tanpa bukti sama juga ngibul”. “Saya tunggu dalilnya ya pak……… Jangan2 nanti menghilang”
      Sekarang ketahuan yah, siapa yang bo’ong? Siapa yang ngibul? Siapa yang menghilang?

      Pak Kedung, saya mau tanya nih. Mengapa Jemaat Ahmadiyah selalu diprotes, difitnah, dianiaya, diperolok-olokan, masjid-masjidnya diserang, disegel, dirusak, dibakar dlsb? Bahkan di Lahore, Pakistan bulan Mei lalu ada 86 warga Ahmadiyah dibunuh. Saya tunggu dalilnya ya pak. Jangan2 nanti menghilang he he he he he he he he he he he he

  5. Kedung Halang

    Assalamu’alaikum,
    Tuh coba lihat para ulama MUI sedang membohongi ummat dengan propaganda bahwa 80 orang penganut Ahmadiyah di Cigedug, Garut kembali ke ajaran Islam.

    Padahal The Jakarta Globe memberitakan: “Iin told the Jakarta Globe on Saturday that she was forced by MUI officers, who were also accompanied by local residents, to sign a statement and recite the Syahadat, the Muslim declaration of belief in one God and in the Prophet Muhammad, or “face the consequences. That would have been fine for Iin had the 51-year-old not been a member of the Ahmadiyah Muslim community, which has been the target of a recent wave of attacks and discrimination in predominantly Sunni Indonesia. I was confused. If I agreed to sign, then I would be defying my own faith. If I refused, then I would be a constant target of the people’s wrath,” Iin said.

    Artinya:”Iin mengatakan kepada The Jakarta Globe pada hari Sabtu bahwa dia dipaksa oleh para petugas dari MUI, yang juga didampingi oleh para penduduk lokal, untuk menanda-tangani satu pernyataan dan membaca Syahadat, pernyataan keimanan Muslim kepada satu Tuhan dan Nabi Muhammad, jika tidak mau akan merasakan akibatnya. Hal itu tidak apa-apa buat Iin (51 tahun) karena bukan anggota Komunitas Muslim Ahmadiyah yang selalu menjadi sasaran serangan kekerasan baru-baru ini dan terdiskriminasi di Indonesia yang berpenduduk mayoritas Islam Sunni. Saya bingung, jika saya setuju untuk menandatangani, maka saya akan menentang keyakinan saya sendiri. Jika saya menolak, maka saya akan menjadi sasaran kemarahan masyarakat” kata Iin.

    Pantesan, Nabi Muhammad Rasulullah saw pernah bersabda bahwa “Ulama mereka adalah seburuk-buruk mahluk di kolong langit, dari mulutnya keluar fitnah, dan fitnah itu akan kembali kepada mereka”. Semoga hal ini menjadi pelajaran bagi ummat Islam di Indonesia terutama yang masih fanatik dengan ulama-ulama MUI. Saran saya, jadikanlah Al Qur’an & As-Sunnah sebagai pedoman utama, dan hindarilah fitnah-fitnah dari ulama-ulama yang tidak bertanggung-jawab.

    Selamat menunaikan ibadah puasa dan ibadah lainnya di bulan suci Ramadhan ini dan marilah kita sucikan hati kita agar Allah mengabulkan doa-doa kita untuk memperoleh maghfirah (ampunan), rahmat (kasih-sayang) dan berkah (kemajuan ruhani & jasmani) – Nya. Wassalam.

    • Penganut ahmadiyah yang keluar dari ahmadiyah pernah diungkap oleh Hasan Audah dan ini tidak pernah dipublikasikan oleh Ahmadiyah. Sesuatu hal yang tidak mustahil bagi Ahmadi keluar dari Ahmadiyah dan kembali ke jalan yang benar.

      • Mereka yang keluar dari Ahmadiyah ialah (1) mereka yang belum memahami kebenaran Islam Ahmadiyah dan/atau (2) anak-anak keturunan mereka yang berfitrah buruk sehingga tidak mau belajar Islam Ahmadiyah dengan baik dan mendalam seperti Hasan Audah. Hasan Audah dipecat dari Jemaat Ahmadiyah karena melakukan pelanggaran berat, dan dia tidak mau memperbaiki sikapnya tersebut, bahkan di luar, dia terus mengemukakan fitnah-fitnah dan kebohongan-kebohongan untuk kepentingan pribadi. Mereka yang berfitrah baik dan ta’at kepada Allah Ta’ala dan Yang Mulia Nabi Muhammad Rasulullah saw, tidak mungkin menolak dan/atau keluar dari Jemaat Ahmadiyah. Wassalam.

        • ckckckckc…Coba deh buktikan pendakwaan Ghulam sebagai Khrisna, Masiodarbahmi, Muhammad, Isa,dll…coba berikan ayatnya kalau pendakwaan itu benar.. Ditunggu ya dalilnya. Berkata ahmadiyah itu benar tetapi tidak bisa membuktikan dengan ayat sama juga bo’ong. sob. Bicara tanpa bukti sama juga ngibul. Yang keluar dari Ahmadiyah itu tau dan punya hati ikhlas mengakui bahwa Ahmadiyah itu sesat. Saya tunggu dalilnya ya pak…Jangan2 nanti menghilang

          • Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad as mendakwakan dirinya menyandang berbagai nama nabi-nabi lain maksud dan maknanya tiada lain hanyalah sebagai nama-nama sifat dalam bentuk tasybih, seperti Rasulullah saw menyebut Umar bin Khattab ra dengan Singa Allah, Khalid bin Walid ra dengan Pedang Allah. Jadi, sebutan nama-nama itu harus difahami secara keruhanian dan berdasarkan pemahaman sufiah. Sama sekali bukan nama secara harfiah yang dibawa dari sejak lahir. Nama-nama sifat ini berlaku pula pada Nabi Muhammad Rasulullah saw sbb:
            (1) “Sesungguhnya Kami telah mengirimkan seorang Rasul kepada kamu yang menjadi saksi atas kamu, sebagaimana Kami telah mengirimkan seorang Rasul kepada Fir’aun” (QS Al-Muzzammil 15). Ayat ini mengindikasikan Nabi Muhammad saw menyandang sifat atau perumpamaan Nabi Musa as.
            (2) “Dan, apabila dijelaskan Ibnu Maryam sebagai perumpamaan, tiba-tiba kaum engkau meneriakkan suara protes terhadapnya” (QS Az-Zukhruf 57). Ayat ini mengindikasikan bahwa ada seorang yang menyandang sifat atau perumpamaan Ibnu Maryam yang akan diprotes oleh kaum Quraisy. (Note: Anda tahu sendiri bagaimana Jemaat Ahmadiyah diprotes, dianiaya & diperangi kan?).

            Kalau kita pelajari dengan seksama, ternyata perumpamaan orang itu tertuju kepada Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad as (QS Ash-Shaf 6 & Al Jumu’ah 3) yang berasal dari kaum “akharin” keturunan Salman ra dari Persia (HR Shahih Bukhari & Tafsir Ibnu Katsir IV, hal. 362).

            Kita ketahui Nabi Musa as adalah nabi besarnya Bani Israil yang membawa Syariat Taurat dan da’wahnya digenapi / diperkuat oleh Nabi Isa Al Masih Ibnu Maryam as. Begitu pula Nabi Muhammad saw adalah nabi besarnya Bani Ismail yang membawa Syari’at Al Qur’an / Islam dan da’wahnya digenapi / diperkuat oleh Al Masih / Imam Mahdi yaitu Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad as dari Qadian, keturunan Persia.

            Nabi Musa as dan Al Masihnya diutus hanya untuk kaumnya saja yaitu Bani Israil. Sedangkan, Nabi Muhammad saw dan Al Masihnya diutus untuk seluruh ummat manusia. “Dia-lah, Yang mengirimkan Rasul-Nya dengan petunjuk dan agama yang benar supaya Dia memenangkannya diatas semua agama, walaupun orang-orang musyrik tidak menyukainya” (QS Ash-Shaf 9). Itulah makna-nya Nabi Muhammad saw dan Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad as menyandang nama-nama sifat nabi-nabi lain, agar para pengikutnya masuk Islam. Wassalam.

          • ckkkk..ccckk Jawaban Sinar makin tidak nyambung saja dengan menyamakan pendakwaan dengan pemberian gelar. Ckkk..cckkk Wajar kalau ahmadiyah itu sesat. Cara menjawabnya saja awur-awuran. Bahkan menjelaskan ayat Al-Qur’an pun tidak nnyambung dengan ayat yang tertulis. Begitupula menggunakan hadits palsu untuk berdalil…ckckckckckc
            Anda bisa lihat jawabannya di http://www.muhammadinsan.wordpress.com

Leave a Reply

*

Blogger Garut Ads

Recently Commented

Statistik

Page Rank Check